Video Saya

Loading...

Jumat, 02 Januari 2015

senyawa dalam daging merah penyebab tumor dan kanker

Daging merah yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama kanker dan tumor dalam tubuh. Di dalam daging merah memang terdapat senyawa yang bisa masuk dalam jaringan tisu tubuh dan dianggap benda asing dan diperangi oleh antibody tubuh. Senyawa inilah yang sedang diteliti oleh para peneliti
Para peneliti dari University of California - San Diego school of medicine, sedang melakukan penelitian mengenai penyebab spesifik dari kanker dan tumor yang diderita manusia, terutama yang terkandung dalam daging merah. Yang termasuk daging merah  antara lain daging sapi, kambing, biri-biri dan babi. Para peneliti sedang mencari penyebab kenapa orang yang mengkonsumsi daging merah, lebih beresiko terkena kanker disbanding dengan orang yang jarang mengkonsumsi daging merah.
Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa salah satu senyawa Neu5Gc yang berbentuk gula, berperan penting sebagai sumber gula utama dalam diet. Senyawa Neu5Gc ini banyak terdapat dalam daging merah. Dari hasil penelitian tersebut juga ditemukan bahwa senyawa Neu5Gc dapat diserap oleh tubuh sampai jaringan tubuh bagian dalam. Penelitian tersebut juga menimbulkan hipotesa bahwa senyawa tersebut akan menimbulkan inflamasi kanker jika antibody dari tubuh selalu memerangi senyawa Neu5Gc tersebut, yang dianggap benda asing.

Salah satu cara paling efektif mencegah kanker dan tumor adalah dengan mengkonsumsi serat alami seperti yang terkandung dalam pisang, kacang-kacangan, gandum utuh, dan serat alami lainnya. Dalam penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa mengurangi porsi konsumsi daging merah dalam sehari dan diganti dengan konsumsiserat alami, akan mengurangi resiko kanker payudara.

Minggu, 23 November 2014

manfaat buah apel untuk kesehatan dan kebugaran tubuh

Pepatah asing mengatakan, “An apple a day keeps the Doctor away” yang kurang lebih artinya “makan sebuah apel tiap hari, akan menjauhkan kita dari dokter, tidak perlu periksa ke dokter karena sakit”. Bisa jadi pepatah itu benar adanya, mengkonsumsi sebuah apel merah atau hijau, akan membuat kita selalju sehat dan gembira. Karena di dalam buah apel terkandung berbagai vitamin esensial dan mineral yang baik untuk tubuh. Buah apel juga banyan mengandung serat alami, sehingga baik untuk mendukung program diet. Buah apel dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau yang sudah dimasak menjadi kue, pai, smoothies, caramel, jus, karena walaupun telah diolah, kandungan gizi dalam buah apel masih tinggi. Berikut beberapa manfaat buah apel untuk kesehatan dan kebugaran tubuh:
1.      Kandungan antioksidan tinggi dalam buah apel,
Apel mengandung zat Quercetin yaitu salah satu antioksidan tinggi yang akan memerangi radikal bebas yang merusak, meningkatkan imunitas tubuh, dan mencegah berbagai macam penyakit. Makanlah apel tiap pagi, tambahkan ke dalam smooties, dimakan setelah makan siang, atau sebelum tidur malam. Buatlah juga chips yang terbuat dari apel untuk Anda dan anak-anak.
2.      Apel menjaga kesehatan mata,
Kandungan antioksidan tinggi yang ada dalam buah apel, mengkonsumsi sebuah apel dalam satu hari, akan meningkatkan kesehatan mata kita dan dapat mencegah katarak. Sudah banyan penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi buah kaya antioksidan seperti apel, kemungkinan besar pada saat umur lebih dari 50 tahun, tidak akan menderita katarak.
3.      Buah apel kaya akan serat alami,
Serat alami yang terkandung dalam apel, bermanfaat untuk menjaga sistem pencernaan. Serat alami dalam apel juga dapat memberi efek kenyang dalam perut yang lebih lama, jadi apel sangat cocok menjadi camilan selingan diantara makanan berat, efek ini juga sangat bermanfaat untuk diet. Serat alami dalam apel juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mencegah konstipasi.
4.      Apel dapat menyehatkan liver.
Kandungan gizi dalam apel akan mendukung kesehatan liver kita.
5.      Apel dapat menjaga kesehatan jantung.
Kandungan serat alami dalam apel, akan menormalkan kolesterol, dimana hal ini akan menyehatkan jantung. Apel juga bermanfaat untuk mencegah pembentukan plaque dalam pembuluh darah arteri manusia.
6.      Apel meningkatkan ketahanan tubuh dalam berolahraga.
Mengkonsumsi apel akan meningkatkan ketahanan tubuh saat olahraga. Hal ini dikarenakan apel akan membuat oksigen lebih mudah menuju ke paru-paru, jadi tubuh lebih tahan berolahraga.
7.      Apel mendukung program penurunan berat badan,
Kandungan serat alami dan zat bergizi lain di dalam apel,, juga bermanfaat untuk mendukung program penurunan berat badan atau diet. Apel sangat cocok untuk camilan selingan makan.

Buah apel memang buah yang kaya manfaat, apalagi untuk mendapatkannya tidaklah sulit. Manfaat buah apel untuk mendukung diet serat memang sesuai dengan metode SmartDetoxSynergy. Camilan yang dianjurkan untuk mendukung detoksifikasi salah satunya adalah camilan buah apel, jika terasa mulai lapar. Kunjungi www.TipsDetox232.com untuk tahu lebih lanjut mengenai detoksifikasi alami. Atau addpin 7CF62ADE, kami siap membantu Anda.

Jumat, 21 November 2014

Gejala-gejala kanker colorectal

Setelah sebelumnya membahas faktor-faktor resiko yang bisa menjadi pemyebab kanker colorectal, Sekarang membahas mengenai gejala-gejala yang timbul pada tubuh penderita kanker solorectal. 
Sebenarnya gejala-gejala yang ditulis kali ini diambil dari sumber parkwaycancersentre,com ,  . belum tentu gejala-gejala yang ditimbulkn oleh kanker colorectal semata-mata dari kanker itu. Bisa jadi berasal dari kanker lainnya, atau gejala dari kondisi tubuh lainnya.
Karena kanker ini pada stadium awal tidak terasa sakitnya. Namun, agar segera diketahui keberadaannya, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan agar adpat segera mendapat tindakan pengobatan. Beberapa gejala kanker colorectal  tersebut adalah:

1.     Perubahan kebiasaan Buang Air Besar, perubahan  ini dapat berupa  sering BAB atau diare, maupun konstipasi atau susah buang air besar.
2.     Merasakan keadaan sepertinya perut tidak sampai kosong, terasa ada yang mengganjal.
3.     Terjadi pendarahan dalam colorectal, darah keluar bersama feses, baik darah yang merah atau darah pekat.
4.     Ukuran Feses lebih kecil dari biasanya,
5.     Perut sering mengalami kram atau sakit akibat gas lambung, juga serign merasa kembung,
6.     Turunnya berat badan tanpa sebab dan tanpa alasan, kadang terjadi secara drastis,
7.     Selalu merasa capek dan letih.
8.     Perut sering merasa mual dan kadang-kadang muntah.
Namun pada dasarnya, kanker adalah penyakit yang pada stadium awal tidk terasa sakitnya, jadi tidak bisa dideteksi dengan gejala-gejala dari luarnya saja, jadi semua gejala tersebut bisa juga diakibatkan oleh penyakit lain. Kanker ini perlu diagnosa lebih lanjut untuk lebih memastikan. Diagnosa sejak dini akan meminimalisir perkembangan sel kanker.
Penyakit kanker colorectal  dapat didiagnosa sejak dini, juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan kaya serat alami dan nutrisi yang lengkap.

Toksin atau racun dalam tubuh memang harus dikeluarkan agar tubuh kembali fit, segar, dan bugar, wajah lebih bersih, resiko terkena penyakit dalam, semakin menurun. Berat badan kembali normal, karena plaque sisa makanan dalam colon akan dikeluarkan dan penyerapan nutrisi makanan kembali baik dan normal.
Metode SmartDetoxSynergy adalah produk dari USA yang telah lulus FDA, GMP, NSA, Halal MUI USA, Kunjungi www.TipsDetox232.com atau add pin 7CF62ADE untuk lebih jelasnya.


Sabtu, 15 November 2014

Penyebab-penyebab Kanker Colorectal

Kanker merupakan sel yang mengalami mutasi DNA, dan tidak mau menjalani proses apoptasi (pemisahan sel yang sudah mati atau rusak). Sel-sel ini bertemu dan membentuk suatu jaringan baru yang berbeda dari jaringan normal. Sel-sel kanker ini bersifat mengganggu jaringan lainnya dan bisa berpindah mengikuti aliran darah. Sehingga ketika ada orang yang pernah memiliki riwayat kanker sebelumnya, akan tetap berpotensi menderita kanker kembali.
Kanker colorektal juga termasuk kanker ganas yang harus diwaspadai. Sampai saat ini belum diketahui secara jelas penyebab dari kanker colorectal ini. Namun menurut Parkwaycancercentre.com , ada beberapa factor resiko yang menyebabkan orang bisa menderita kanker colorectal. Yaitu:
1.      Polip (benjolan) dalam colorectal. Polip ini biasanya muncul pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun. Pada umumnya polip ini tidak berbahaya, namun pada kasus tertentu bisa menjadi kanker colorectal.
2.      Peradangan pada usus besar juga menjadi faktor resiko penyebab kanker colorectal. Karena bagian yang mengalami peradangan akan mudah terinfeksi sel kanker.
3.      Riwayat kanker pribadi, seperti telah dibahas di awal, seseorang dengan riwayat kanker di bagian tubuh lain juga berpotensi menderita kanker colorectal karena sel kanker yang berpindah melalui aliran darah.
4.      Riwayat medis keluarga dengan kasus kanker colorectal. Jika seseorang yang mempunyai keluarga dengan riwayat kanker colorectal, maka resiko terkena kanker juga semakin besar.
5.      Faktor gaya hidup. Makanan yang kurang serat alami, kurang sayuran, terlalu banyak mengandung daging merah, akan meningkatkan resiko terkena kanker colorectal. Hal ini diperparah dengan konsumsi rokok, minuman keras, dan polusi di sekitar kita.
6.      Umur di atas 50 tahun. Umur di atas 50 tahun akan lebih beresiko menderita kanker colorectal, karena semakin tua seseorang, semakin banyak sel tua dan rusak yang seharusnya keluar dari tubuh, namun tidak mau keluar dari tubuh dan membentuk jaringan baru yang mempunyai sifat ganas dan merusak jaringan lainnya. Namun menurut studi dari para peneliti University of Texas MD Anderson CancerCenter di Houston , TX, menjelaskan bahwa saat ini penderita kanker colorectal mulai bergeser ke usia lebih muda yaitu 20-49 tahun. Pergeseran ini karena pola makan yang tidak sehat dari orang yang masih muda.

Semua faktor resiko tersebut di atas dapat diatasi dengan gaya hidup sehat sejak dini. Makan makanan sehat berserat alami tinggi, mengurangi konsumsi daging merah berserat, mengurangi penyerapan polusi, tidak merokok dan minum minuman keras, lebih banyan olahraga, menghindari stress, selalu berpikiran positif merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker colorectal.
Akumulasi berbagai macam toksin atau racun di dalam tubuh juga akan meningkatkan potensi terjadinya kanker colorectal. Sebaiknya tubuh harus menjalani proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh.
Saat ini sudah ada metode untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh secara alami dan sehat. Yaitu SmartDetoxSynergy, merupakan program konsumsi suplemen dan nutrisi ke dalam tubuh agar racun keluar, dan pencernaan sehat kembali, proses penyerapan nutrisi kembali sehat. Badan kembali fit, sehat, segar dan bugar. Berat badan normal, karena racun berupa sisa makanan berbentuk plaque yang menempel di dinding usus dapat mencapai berat 5-10kg.

Kunjungi www.TipsDetox232.com untuk lebih jelasnya, atau add pin 7CF62ADE untuk konsultasi.

cara mencegah kanker kolorektal

Salah satu bagian dari usus manusia adalah kolorektal. Jelas sebagian orang masih asing dengan istilah ini. Kolorektal adalah salah satu bagian dari usus besar (colon) yang paling dekat dengan rectum (anus).

Seiring dengan perkembangan jaman, pola hidup yang modern, pola olahraga yang semakin kurang, pola makan yang semakin tidak sehat, maka kesehatan organ kolorektal ini juga menjadi menurun dan cenderung semakin tidak sehat, mudah berpotensi terkena kanker. Kanker yang terjadi dalam kolorektal ini lebih banyak disebabkan oleh sel yang menghasilkan lender dalam kolorektal.
Pola hidup yang semakin tidak sehat merupakan alasan utama mengapa kita harus melakukan cara mencegah kankerkolorektal, mencegah kanker jenis ini juga harus dengan cara sehat dan alami, tanpa kimia yang malah akan memperberat kerja organ dalam lainnya seperti liver dan ginjal.
Kanker kolorektal ini diawali dengan timbulnya polip (benjolan) di dalamnya. Sebenarnya hanya beberapa kasus saja, dimana polip berubah menjadi sel kanker ganas. Polip ini lebih banyan diderita oleh orang tua dengan usia lebih dari 50 tahun. Namun, sekarang ini, menurut penelitian dari University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston , TX, menjelaskan bahwa  penderita kanker kolorektal ini mulai bergeser ke usia yang lebih muda, yaitu 20-49 tahun. Dimana penyebab utama hal ini adalah pola makan generasi muda yang semakin jauh dari pola makan sehat.
Pola makan tidak sehat terlihat dari jenis makanan yang semakin jarang serat, kualitas gizi yang semakin sedikit, makanan yang semakin banyak terkandung bahan kimia di dalamnya, dan polusi di sekitar yang semakin buruk. Beberapa hal tersebut yang semakin memperburuk kualitas hidup kita dan semakin memperbesar resiko kemungkinan terkena kanker kolorektal.

Tindakan-tindakan yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah kanker kolorektal antara lain dengan mulai pola hidup sehat. Yaitu mengkonsumsi makanan dengan serat alami, tidak merokok, mengurangi potensi terkena polusi udara dengan memakai masker, atau juga dengan mengadakan penghijauan di lingkungan sekitar, lebih banyak mengkonsumsi buah, olahraga yang cukup.
Selain dengan cara-cara sehat tersebut di atas, saat ini sudah ditemukan metode untuk mengeluarkan berbagai racun atau toksin yang menempel dalam usus dan menjadi kerak (plaque). Metode ini sehat dan alami tanpa bahan kimia sedikitpun. Metode ini dinamai metode SmartDetoxSynergy. Proses mengeluarkan toksin dari dalam tubuh, yang bermanfaat untuk mendetoksifikasi organ-organ penting tubuh, sehingga dapat mengantisipasi timbulnya berbagai resiko kanker dan penyakit lainnya. Membuat tubuh kembali fit, segar dan bugar. Bahkan dalam beberapa kasus, ada orang yang bisa sembuh dari kanker yang diderita. Dengan dikeluarkannya plaque dalam usus, berat badan kembali normal, dan setelah menjalani program SmartDetoxSynergy, akan tercipta pola makan baru yang lebih sehat, hal ini disebabkan karena tubuh secara reflek akan merespon menolak jika makanan yang akan dikonsumsi banyan mengandung bahan berbahaya, tubuh terutama perut akan merasa tidak nyaman jika mengkonsumsi makanan tidak sehat.

Untuk keterangan lebih jelas dan detil, silakan mengunjungi www.TipsDetox232.com atau Addpin 7CF62ADE
Sumber=Medicalnewstoday.com

Selasa, 11 November 2014

Kelebihan dan kekurangan metode operasi pengurangan lemak dalam tubuh

Saat ini di seluruh dunia semakin banyak penderita obesitas atau kelebihan berat badan. Berbagai metode sudah ditemukan dan diterapkan. Salah satu metode yang praktis adalah dengan metode operasi pembedahan perut untuk mengurangi lemak, ada juga dengan cara mengecilkan ukuran lambung. Operasi ini sangatlah beresiko, jadi harus dilakukan oleh para ahli operasi yang berpengalaman. Namun, dalam penelitian terbaru, metode ini efektif untuk mengurangi berat badan secara cepat dan juga mencegah penyakit diabetus mellitus tipe-2. 
Obesitas merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2 , yang bertanggung jawab untuk sekitar 90-95 % kasus diabetes di Amerika Serikat . Tapi sebuah studi baru mengklaim bahwa bagi penderita obesitas , operasi penurunan berat badan secara dramatis dapat mengurangi risiko ini .

Tim peneliti , termasuk Prof Martin Gulliford dari King College London di Inggris , menerbitkan temuan mereka di The Lancet Diabetes & Endokrinologi .
Studi terdahulu telah menunjukkan bahwa operasi penurunan berat badan , atau operasi bariatrik , mungkin merupakan strategi yang efektif untuk mengobati diabetes tipe 2 pada pasien obesitas . Namun Prof Gulliford dan rekan mencatat ada sangat sedikit studi yang melihat apakah operasi penurunan  berat  badan dapat mencegah  diabetes pada penderita obesitas. Untuk studi mereka , tim ingin mencari tahu.
Mereka menganalisis catatan kesehatan dari Inggris Clinical Practice Penelitian Datalink dan diidentifikasi 2.167 orang dewasa gemuk  tanpa diabetes yang  telah  menjalani salah satu dari tiga prosedur bedah : bypass lambung , gastric banding atau gastrektomi lengan
Bypass lambung, yang melibatkan mengarahkan sistem pencernaan melewati perut , adalah prosedur  penurunan berat badan yang paling umum . Gastric banding melibatkan memiliki band tiup ditempatkan di sekitar bagian atas perut , menciptakan perut yang lebih kecil , sementara gastrektomi lengan melibatkan penghapusan sekitar 80 % dari perut .
Untuk bertindak sebagai kontrol , tim juga mengidentifikasi 2.167 penderita obesitas - cocok untuk usia, jenis kelamin , indeks massa tubuh ( BMI ) dan kadar gula darah - yang tidak menjalani operasi penurunan berat badan atau memiliki perawatan yang berkaitan dengan obesitas lainnya . Peserta diikuti sampai 7 tahun .
Operasi penurunan berat badan mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 80 %
Para peneliti menemukan bahwa 177 peserta berpotensi menderita diabetes tipe 2 selama masa tindak lanjut , dibandingkan dengan hanya 38 peserta yang telah menjalani operasi penurunan berat badan 
Tim menghitung bahwa setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi diabetes di kalangan penderita obesitas - seperti merokok , hipertensi dan kolesterol tinggi - risiko operasi penurunan berat badan berkurang peserta dari diabetes tipe 2 sebesar 80 % 
Mengomentari temuan ini , Prof. Gulliford mengatakan :
" Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa operasi bariatrik mungkin merupakan metode yang sangat efektif untuk mencegah  timbulnya diabetes baru pada pria dan wanita dengan obesitas berat .
Kita perlu memahami bagaimana penurunan berat badan operasi dapat digunakan , bersama dengan intervensi untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mempromosikan makan yang sehat , sebagai bagian dari strategi pencegahan diabetes secara keseluruhan. "
Para peneliti menunjukkan bahwa ada beberapa keterbatasan dalam penelitian mereka . Misalnya, mereka tidak termasuk pasien yang telah menjalani prosedur penurunan berat badan yang kurang umum , seperti duodenum switch - operasi yang menggabungkan bypass lambung dan penciptaan kantung lambung lebih kecil . Oleh karena itu, tidak jelas bagaimana prosedur tersebut akan mempengaruhi risiko diabetes tipe 2 pada pasien obesitas .
Selanjutnya , tim mengatakan bahwa pasien yang menjalani operasi penurunan berat badan mungkin lebih patuh terhadap saran pencegahan diabetes - seperti mengadopsi pola makan sehat dan olahraga - dibandingkan pasien kontrol . " Namun , " mereka menambahkan , " kami mencatat bahwa orang yang menerima operasi lebih mungkin menjadi obat yang diresepkan obat anti hipertensi atau statin , yang kadang-kadang dapat dikaitkan dengan diabetes . "
Dalam sebuah editorial terkait dengan penelitian , Dr. Jacques Himpens , dari Saint Pierre University Hospital di Belgia , mengatakan bahwa temuan dari Prof. Gulliford dan rekan membawa kita lebih dekat untuk memahami efek dari operasi bariatrik untuk pencegahan diabetes tipe 2 . Namun, ia mencatat bahwa " banyak pertanyaan masih belum terjawab . "
*dalam artikel di atas memang dibahas mengenai kelebihan dari metode operasi pengurangan berat badan pada orang dengan obesitas. Namun, bagaimanapun juga, operasi atau pembedahan memiliki resiko lebih tinggi disbanding dengan metode pengurangan berat badan lainnya. Saat ini sudah ditemukan metode pengurangan berat badan dengan metode alami yang dilakukan tanpa diet ketat, tanpa olahraga berat, tanpa merubah pola makan secara ekstrim. Metode tersebut adalah Smart Detox Synergy. Suplemen dalam metode ini mengeluarkan berbagai racun di dalam saluran pencernaan sekaligus member nutrisi kepada tubuh. Proses pengeluaran toksin ini juga akan membuat proses penyerapan nutrisi menjadi lebih efektif. Kunjungi www.TipsDetox232.com atau Addpin 7CF62ADE untuk keterangan lebih lanjut.
 Sumber=Medicalnewstoday.com

Sabtu, 08 November 2014

Teh dan Jus jeruk mengurangi resiko kanker ovarium

Hampir semua orang di dunia mengenal minuman yang dinamai Teh. Tumbuhan yang biasanya tumbuh di dataran tinggi, dimanfaatkan daun terutama bagian atas. Tumbuhan teh mempunyai berbagai manfaat yang baik bagi tubuh, termasuk manfaat mengurangi resiko kanker ovarium. Dalam tumbuhan teh terkandung zat yang dinamai Flavonoid.

Berita baik  bagi wanita yang sehari-hari suka minum secangkir teh hitam atau jus jeruk : sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung flavonol dan flavanon - subclass dari flavonoid diet yang ditemukan dalam teh dan jeruk buah-buahan dan jus - terkait dengan penurunan risiko mengembangkan kanker ovarium epitel , penyebab kelima kematian kanker di kalangan perempuan .

Para peneliti , dari University of East Anglia ( UEA ) di Inggris , mempublikasikan hasil mereka di American Journal of Clinical Nutrition .
 
Menurut tim , kanker ovarium mempengaruhi lebih dari 6.500 perempuan di Inggris dan 20.000 wanita di Amerika Serikat setiap tahun . Kanker ovarium epitel - bentuk paling umum dari penyakit ini - adalah di mana kanker dimulai pada lapisan permukaan yang meliputi ovarium .
 
Kanker jenis ini " tetap menjadi keganasan sangat mematikan , " catat para peneliti , menambahkan bahwa beberapa faktor risiko telah ditetapkan .
 
Namun, beberapa studi sebelumnya telah menyarankan bahwa diet kaya buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker ovarium, tetapi penelitian selanjutnya telah menghasilkan temuan yang tidak konsisten.
 
Tanaman mengandung flavonoid yang menyesuaikan jalur sinyal seluler kunci dan mengatur jalur kanker - inflamasi, yang menunjukkan flavonoid mungkin merupakan senyawa dalam tanaman yang dapat mengurangi risiko kanker ovarium .
 
Flavonoid termasuk flavonol - ditemukan dalam teh , anggur merah , apel dan anggur - dan flavanon - ditemukan dalam buah jeruk dan jus .

Hanya beberapa cangkir teh hitam setiap hari dikaitkan dengan penurunan 31 % risiko '
Untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara asupan flavonoid dan risiko kanker ovarium , para peneliti mempelajari kebiasaan makan dari 171.940 perempuan berusia antara 25-55 sebagai bagian dari Nurses ' Health Study dan Nurses ' Health Study II selama 3 dekade .
 
" Ini adalah studi pertama berskala besar melihat ke apakah asupan kebiasaan flavonoid yang berbeda dapat mengurangi risiko kanker ovarium epitel, " kata penulis Prof. Aedin Cassidy , dari UEA Norwich Medical School .
 
Untuk menghitung asupan makanan peserta , para peneliti dianalisis divalidasi kuesioner frekuensi makanan yang dikumpulkan setiap 4 tahun dan menemukan bahwa sumber makanan utama flavonol yang teh hitam ( 31 % ) , bawang ( 20 % ) dan apel , sementara sumber utama untuk flavanon yang buah jeruk (36 %) ; (27 % dari asupan jeruk ), jus buah (63 %); (54 % dari jus jeruk ) .
 
Selama 16-22 tahun masa tindak lanjut , para peneliti menemukan bahwa ada total dari 723 kasus kanker ovarium medis dikonfirmasi .
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang memiliki asupan tertinggi flavonol dan flavanon memiliki risiko lebih rendah menderita kanker ovarium epithelial daripada mereka yang memiliki asupan terendah.
 
Mengomentari temuan mereka , Prof. Cassidy mengatakan :
 
" Sumber utama senyawa ini termasuk teh dan buah jeruk dan jus , yang mudah dimasukkan ke dalam diet , menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam asupan makanan bisa berdampak pada pengurangan risiko kanker ovarium .
 
Secara khusus, hanya beberapa cangkir teh hitam setiap hari dikaitkan dengan penurunan 31 % dalam risiko. "
 
Studi memiliki keterbatasan
Beberapa kekuatan dari penelitian ini meliputi ukuran besar sampel dengan jangka panjang tindak lanjut, penilaian ulang asupan makanan dan data rinci tentang faktor risiko kanker ovarium . Namun, para peneliti mengidentifikasi beberapa keterbatasan .

Sebagai contoh, akumulasi flavonoid yang masuk ke diet, berbeda-beda tergantung pada kondisi pertumbuhan dan pengolahan .
 
Selain itu, sementara tim disesuaikan untuk pembaur yang mungkin dikaitkan dengan risiko kanker ovarium , mereka mengatakan masih ada kemungkinan " pembaur sisa dari faktor yang tidak terukur . "
 
Namun, mereka menambahkan bahwa " karena kami penyesuaian yang rinci dan diperbarui untuk pembaur potensial, itu tidak mungkin akan menyumbang sepenuhnya untuk hasil yang diamati."
 
Mereka adalah studi pertama untuk menilai enam subclass flavonoid utama dalam diet normal dan melihatnya dari segi risiko kanker ovarium , dan itu juga merupakan studi pertama untuk melihat ke dalam dampak polimer dan anthocyanin.
 
Tim menyimpulkan bahwa "asupan lebih tinggi dari flavonol dan flavanon serta konsumsi teh hitam dapat berhubungan dengan rendahnya risiko kanker ovarium" tetapi mereka menambahkan bahwa studi prospektif tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil mereka .
 
Medical News Today baru-baru ini melaporkan pada vaksin pribadi potensial untuk mengobati kanker ovarium , yang berasal dari teknik baru yang mengidentifikasi mutasi protein dalam sel-sel kanker .

* Berbagai macam makanan yang mengandung bahan pewarna, formalin, boraks, vetsin, ikan yang mengandung logam berat, merupakan ancaman bagi tubuh kita. Zat-zat tersebut akan menumpuk terutama dalam saluran pencernan, yang lama-kelamaan berpotensi menjadi kanker. Bersihkan tubuh kita dari berbagai ancaman zat berbahaya dengan metode detoksifikasi alami SmartDetoxSynergy. Kunjungi www.TipsDetox232.com atau Addpin 7CF62ADE
 Sumber=medicalnewstoday.com